This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 05 Oktober 2016

Dahsyat! Artidjo Perberat Vonis Koruptor dari 1 Tahun Jadi 10 Tahun Bui



Palu Artidjo Alkostar dkk kembali diketok sangat keras. Kali ini, mantan Sekda Kabupaten Nabire, Papua, Ayub Kayame merasakan palu Artidjo. Ayub divonis bersalah karena korupsi pengadaan mesin genset sebesar Rp 21 miliar.

Kasus bermula saat Kabupaten Nabire membuat proyek pengadaan genset untuk masyarakat di Nabire pada 2007. Alat yang dibutuhkan yaitu mechanical dengan estimasi harga Rp 22 miliar dan electrical seharga Rp 5,1 miliar. Dibutuhkan juga biaya angkut barang dari pelabuhan ke lokasi sehingga total Rp 31 miliar.

Ternyata proyek itu dipenuhi aroma tidak sedap dan patgulipat seperti proyek tidak dilakukan melalui tender. Proyek itu melibatkan Bupati Nabire 1999-2009 Anselmus Petrus Youw dan Ketua DPRD 2004-2009 Daniel Butu. Total kerugian yang dialami negara akibat permainan itu sebesar Rp 21 miliar. Mereka lalu diadili dengan berkas terpisah.

Pada 20 Agustus 2014, Pengadilan Tipikor Jayapura hanya menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Ayub. Malah hukuman Ayub disunat menjadi 12 bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jayapura pada 29 Januari 2015. Atas putusan itu, jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 10 tahun penjara," ucap majelis kasasi sebagaimana dilansir website MA, Senin (3/10/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Askin. Majelis menyatakan Ayub melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor karena menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya yang memenuhi unsur melawan hukum.

"Perbuatan terdakwa yang melawan hukum mengakibatkan kerugian keuangan negaa sebesar Rp 21 miliar yang memperkara Direktur PT Utama Prima Pribadi Mochtar Thayf," putus majelis pada 23 Maret 2016.

Putusan itu ternyata tidak bulat. M Askin menilai Ayub tidak bersalah dan harus dibebaskan tapi M Askin kalah suara. Putusan 10 tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa.
 


Sumber : detik.com


Sukses Finansial di Usia 20-an, Ini Tipsnya



Ketika kita berumur 20 tahun, maka beban tanggung jawab kita pun akan bertambah. Umur 20-an merupakan usia yang dianggap sudah dewasa dan mampu untuk hidup mandiri. 
Biasanya, di saat umur 20-an ini banyak yang sudah bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri. Untuk itulah pengelolaan keuangan yang baik tentunya sangat diperlukan agar kita tidak kewalahan ketika ada suatu keperluan yang membutuhkan pengeluaran yang besar.
Lalu, apakah yang berumur 20-an bisa sukses dan menghasilkan uang yang sangat banyak? Tentu saja bisa. Ikuti tips di bawah ini untuk menjadi kaum muda yang sukses dan mandiri secara finansial:

1. Biasakan membuat catatan pemasukan dan pengeluaran bulanan
Setiap perusahaan baik skala besar maupun kecil pastinya memiliki catatan pemasukan dan pengeluaran untuk menjamin keberlangsungan perusahaan mereka dan juga memperoleh transparansi keuangan agar mereka bisa menentukan langkah strategis dalam perusahaan mereka. 
Langkah tersebut bisa anda ikuti dengan cara membuat catatan pemasukan dan pengeluaran kecil-kecilan untuk mengetahui berapa uang yang masuk dan keluar setiap harinya. 
Selain itu keuntungan lainnya adalah anda bisa menentukan apa-apa saja yang penting untuk dibeli dan mana yang tidak sehingga pengelolaan keuangan anda tentunya akan lebih  optimal.
2. Utamakan membayar utang sebelum mengeluarkan uang untuk keperluan konsumtif
Karena umur yang masih muda, maka normal apabila kita memiliki keinginan yang bermacam-macam. Apalagi setelah memiliki penghasilan sendiri, tentunya kita tidak akan merasa kesulitan lagi untuk membeli barang-barang yang sudah diimpikan sejak lama. 
Namun sebaiknya jika kita memiliki tanggungan atau utang tentunya hal tersebut harus diprioritaskan terlebih dahulu. 
Karena pastinya akan merasa berat untuk melaksanakan kewajiban kita untuk membayar tanggungan apabila sudah menghamburkan uang untuk keperluan konsumtif.
3. Mengikuti asuransi
Meskipun sebagian besar kaum muda usia 20-an masih sangat energik dan kesehatannya masih sangat terjaga, tentunya tidak ada salahnya mengikuti asuransi kesehatan. 
Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk kejadian yang tidak diinginkan, karena tidak ada orang yang tahu apa yang akan terjadi dengan tubuh mereka di masa depan. 
Selain itu, karena biaya kesehatan di Indonesia yang setiap tahunnya selalu meningkat dan penghasilan yang tidak tentu kapan akan meningkat, pemilihan asuransi kesehatan yang tepat akan membantu memberi solusi apabila suatu saat harus mengeluarkan uang untuk biaya kesehatan.
4. Hindari berutang
Saat ini semakin mudah saja untuk membeli barang baik itu barang elektronik maupun kendaraan bermotor. Semua kemudahan itu tentunya terjadi karena barang-barang tersebut bisa dibeli dengan kredit. 
Apalagi dengan uang muka yang begitu terjangkau tentunya dapat menggoda untuk membeli barang-barang tersebut. 
Tapi sebaiknya Anda harus berpikir ulang untuk membeli barang-barang tersebut dengan cara kredit. Karena kredit itu sama dengan utang, maka Anda pun akan dituntut setiap bulannya untuk membayar cicilan dari barang yang dibeli. 
Hal tersebut tentunya akan memberatkan di kemudian hari karena membuat beban finansial semakin bertambah. Karena itu, sebaiknya hindarilah berutang kalau tidak untuk keperluan yang sangat mendesak.
5. Jauhkan sifat boros
Jalan-jalan ke tempat yang baru, makan-makan di restoran yang mahal, hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi merupakan keinginan setiap kaum muda yang sudah memiliki penghasilan sendiri. 
Memang, hal ini tidak masalah bagi yang memiliki  penghasilan jauh di atas rata-rata. Namun untuk yang memiliki penghasilan standar sebaiknya hindari sifat seperti ini karena efeknya yang sangat buruk. 
Jangan sampai karena ingin terlihat lebih keren daripada yang lainnya sampai berutang sana-sini untuk menutupi gaya hidup yang sudah keterlaluan tersebut.
Tidak mudah, tapi akan sangat bermanfaat
Melakukan hal sesuai teori yang sudah dianjurkan memang tidak mudah. Namun Anda akan merasakan sendiri nantinya ketika semua hal yang telah dilakukan berbuah manis. 
Selain itu, Anda tidak perlu lagi ketar-ketir mencari uang hanya untuk keperluan yang sekiranya bisa tertutupi jika memiliki pola perencanaan uang yang matang sejak dari muda.

Sumber : viva.co.id


Selasa, 04 Oktober 2016

32 Peserta Tax Amnesty Bayar Tebusan di Atas Rp 100 M/Orang



Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mencatat peserta dari program pengampunan pajak atau tax amnesty beragam. Mulai dari peserta dengan tebusan di bawah Rp 1 juta hingga orang kaya yang bayar di atas Rp 100 miliar.

Secara segmentasi orang pribadi jumlah tebusan di bawah Rp 1 juta terdiri dari 13.242 wajib pajak. Kemudian untuk rentang Rp 1 juta-10 juta sebanyak 91.958 wajib pajak, rentang Rp 10 - 100 juta sebanyak 129.513 wajib pajak dan Rp 100 juta - Rp 1 miliar sebanyak 47.925 wajib pajak.

Sementara golongan pada rentang Rp 1 - 10 miliar sebanyak 8.437 wajib pajak, Rp 10 - 50 miliar sebanyak 736 wajib pajak, Rp 50 - 100 miliar sebanyak 71 wajib pajak dan di atas Rp 100 miliar sebanyak 32 wajib pajak.

"Segmentasi yang mengikuti
 tax amnesty ini sangat beragam," kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Untuk wajib pajak badan, tebusan di bawah Rp 1 juta meliputi 13.823 wajib pajak, tebusan pada rentang Rp 1-10 juta meliputi 28.559 wajib pajak, tebusan pada rentang Rp 10 - 100 juta meliputi 23.785 wajib pajak.

Tebusan pada rentang Rp 100 juta - 1 miliar meliputi 8.866 wajib pajak, tebusan Rp 1 - 10 miliar meliputi 1.208 wajib pajak, tebusan Rp 10 - 50 miliar meliputi 106 wajib pajak, tebusan Rp 50 - 100 miliar meliputi 12 wajib pajak dan tebusan di atas Rp 100 miliar meliputi 3 wajib pajak.
 

Sumber :detik.com


Senin, 03 Oktober 2016

Akhir Tahun Ini Metromini dan Kopaja Diganti dengan Bus-bus Keren Standar Dunia




Menteri Perdagangan Swedia, Ann Linde menyambangi kantor Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota untuk melakukan pertemuan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam kesempatan itu Ann Linde membawa protoype bus Scania jenis dek rendah (lower deck). Hasil pertemuan itu, Ahok memborong sebanyak 150 unit bus yang dibawa Ann.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembelian 150 unit bus itu akan tiba di Jakarta akhir tahun ini. Nantinya bus-bus baru itu akan menggantikan angkutan reguler di Jakarta seperti Metromini dan Kopaja.
“Kami mau ganti dengan bus model yang lower deck, yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan kami juga mau lebarkan banyak trotoar kan,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Ahok mengatakan, diperkirakan 150 unit bus tersebut akan bisa digunakan pada akhir tahun ini. Bus tersebut merupakan standar dunia yang nyaman dan ramah terhadap lingkungan.
“Ini bus yang kita harapkan standar dunia. Yang lower deck dulu. Kita sudah order 150 unit. Akhir tahun sudah masuk,” kata Ahok. Bus Scania itu diproduksi oleh PT United Tractors Tbk.
Ahok juga mengatakan, pihaknya juga telah memesan sebanyak 150 unit bus lagi dengan merek yang berbeda, namun tetap produksi Eropa. Untuk itu, Ahok meminta agar pemilik perusahaan angkutan umum di Jakarta mau bekerjasama dengan Pemprov DKI dan mengganti bus lama mereka dengan bus baru yang dibeli Pemprov DKI.

“Kita mainnya semua merek Eropa, yang terbaik. Saya enggak tahu kebutuhannya berapa, yang pasti kita minta semua pemegang bus yang lama semua ikut kita. Kalau enggak, bangkrut mereka. Kita mau bayar rupiah perkilometer,” kata Ahok.
Ahok dan Ann Linde meninjau langsung bus Scania lower deck yang diparkir di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Bus lower deck ini hanya memiliki satu pintu utama. Ketinggian bus bisa diatur untuk mempermudah akses keluar masuk penumpang, khususnya yang menggunakan kursi roda.
Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan satu unit bus seharga Rp 2,5 miliar. Pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar RP 2,2 triliun untuk pembelian bus.
“Kami dapat PMP (Penyertaan Modal Pemerintah) terkumpul Rp 2,2 triliun. Kami pakai untuk pengadaan bus ini semua. Kami juga rencananya pinjaman Bank DKI,” katanya.

Sumber : jurnalindonesia

Anda si Boros atau si Pelit?


Kata-kata tersebut akrab dengan kita sejak kecil, demikian juga dengan gembar-gembor menabung. Kita sudah mengerti pentingnya menabung dan juga investasi, bahwa kita juga memerlukan sejumlah dana yang 'diam' di rekening untuk jaga-jaga, atau pun untuk tujuan keuangan apapun yang kita inginkan. Tapi walaupun dengan mengerti pentingnya menabung tersebut, masih sulit bagi kita untuk menabung, betul kan?
 

Nah, menurut penelitian yang dilakukan oleh Rick, Cryder dan Loewenstein yang berjudul Tightwads and Spendthrifts (Orang Pelit dan Orang Boros) yang dipublikasikan di Journal of Consumer Research, ternyata kebiasaan menabung dan kebiasaan berbelanja berkaitan erat dengan bagian di otak kita. Para peneliti menganalisa aktivitas otak yaitu di bagian insula, yang terstimulasi ketika kita mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan. Semakin banyak stimulasi yang diterima insula, berarti peristiwa yang kita alami semakin tidak menyenangkan.
 

Dalam hal keuangan, insula terstimulasi ketika responden berbelanja/mengeluarkan uang. Respons dari insula ini membuat peneliti berkesimpulan: orang yang insulanya banyak terstimulasi, cenderung merupakan orang yang pelit (berarti tidak nyaman mengeluarkan uang), dan sebaliknya orang yang insulanya sedikit terstimulasi cenderung boros (menikmati mengeluarkan uang).
 

Tentunya stimulasi pada insula tidak bisa kita kendalikan, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan hidup kita. Lagipula, perencanaan keuangan selalu menganjurkan keseimbangan antara bersenang-senang saat ini dan perencanaan masa depan.

Si Boros
Orang yang boros memiliki motto: lebih baik beli sekarang daripada nantinya kepikiran. Anda yang berpegang teguh pada motto ini biasanya tidak punya uang banyak di tabungan, tapi Anda tidak terlalu kepikiran akan hal itu. Anda menikmati sensasi menyenangkan ketika berbelanja. Ini sudah berlangsung untuk waktu yang lama dan keuangan Anda rasanya baik-baik saja kok. Namun jika Anda mengetahui seberapa banyak yang sudah Anda belanjakan secara impulsif, maka kemungkinan besar Anda ingin mengurangi kebiasaan Anda tersebut.

Yang dapat Anda lakukan:
1. Sadari seberapa besar pengeluaran belanja Anda, hindari menggunakan kartu kredit/kartu debit. Bayar dengan uang cash agar Anda sadar uang yang sudah Anda keluarkan.
2. Beri penghargaan untuk diri sendiri ketika Anda berhasil mencapai target tabungan.
3. Sebelum membayar barang belanjaan, tanya kepada diri sendiri apakah Anda benar-benar butuh barang tersebut. Belajarlah membedakan keinginan dan kebutuhan.
4. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, persiapan apa yang sudah Anda lakukan untuk masa depan, bagaimana Anda akan mempertahankan gaya hidup saat pensiun nanti, bagaimana Anda akan membiayai kuliah anak Anda dan lain sebagainya.
 

Si Pelit
Orang yang cenderung menahan diri untuk membeli sesuatu bahkan ketika mereka membutuhkan barang tersebut, masuk dalam kategori yang kedua ini. Anda lebih puas melihat angka di rekening yang terus menanjak naik daripada menggunakannya untuk berbelanja. Jika orang yang boros menikmati sensasi ketika mereka berbelanja, orang yang cenderung pelit merasakan sensasi yang sama ketika mereka bisa menghemat pengeluarannya. Menabung memang bagus, tapi apakah Anda malah jadi tidak menikmati hidup demi angka tabungan?

Yang dapat Anda lakukan:
1. Hindari menggunakan kartu kredit. Anda sudah punya uang/anggaran untuk bersenang-senang, maka menggunakan tabungan akan menghindarkan Anda dari beban pikiran membayar kartu kredit.
 
2. Anggap pembelian/belanja Anda sebagai penghargaan/reward atas kerja keras Anda, supaya pikiran Anda tidak menganggapnya sebagai pemborosan.
3. Pikirkan masa depan: apakah Anda akan menyesali sesuatu hanya karena Anda tidak ingin menghabiskan uang untuk sedikit bersenang-senang?

Terstimulasinya insula atau cara kerja otak memang tidak bisa dikendalikan, namun kendali atas hidup Anda sepenuhnya berada di tangan Anda, dan Anda bisa memilih untuk menjalani hidup sepenuh hati, dengan bertanggung jawab.
 

Sumber : detik.com


Bank Dunia: Indonesia Turut Dorong Penurunan Kemiskinan Dunia


Ketimpangan masih terlalu tinggi, dan kecemasan terhadap pengumpulan atau konsentrasi kekayaan antargolongan terkaya semakin terasa.
Didorong Asing, Bank Dunia: Industri Manufaktur Bisa Jaya Kembali
Bank Dunia mencatat kemiskinan ekstrem di dunia terus berkurang dalam 2,5 dekade terakhir. Meskipun kondisi perekonomian global cenderung lesu dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia termasuk negara-negara besar yang berperan memangkas jumlah kemiskinan.
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, perbaikan pengentasan kemiskinan di dunia lebih banyak didorong oleh kawasan Asia Timur dan Pasifik, terutama Cina, Indonesia dan India. Alhasil, saat ini, separuh dari penduduk ekstrem miskin dunia berasal dari kawasan Afrika Sub-Sahara. Sedangkan sepertiga kemiskinan ekstrem berada di Asia Selatan.
Meski begitu, dia menilai, masih terlalu banyak masyarakat yang bertahan dengan penghasilan sangat minim. Jika tidak ditangani secara baik maka target pengentasan kemiskinan ekstrem tahun 2030 berisiko tidak tercapai.
"Kecuali dengan kembalinya laju pertumbuhan yang lebih cepat agar mengurangi ketimpangan," kata Kim dalam siaran pers Bank Dunia mengenai edisi pertama Laporan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bersama (Poverty and Shared Prosperity Report), Minggu (2/10).
(Baca: Inflasi Terkendali, Penduduk Miskin Perkotaan Turun-Desa Naik)
Dalam laporan tersebut, Bank Dunia mencatat sekitar 800 juta orang bertahan hanya kurang dari US$ 1,9 per hari atau sekitar Rp 20.900 (dengan kurs Rp 11 ribu) tahun 2013. Jumlahnya berkurang sekitar 100 juta dari tahun sebelumnya.
Ada 60 negara dari 83 negara yang mengalami peningkatan rata-rata pendapatan penduduk dengan taraf kehidupan pada level 40 persen terbawah. Negara-negara tersebut mewakili 67 persen dari jumlah penduduk dunia. (Baca: Target Angka Kemiskinan 2017 Lebih Rendah dari Tahun Ini)
Bank Dunia melihat, ketimpangan di antara penduduk dunia sudah menurun konsisten sejak 1990. Sebagai perbandingan, untuk setiap negara yang mengalami peningkatan ketimpangan, ada dua negara yang mencatatkan penurunan. Meski demikian, ketimpangan masih terlalu tinggi, dan kecemasan terhadap pengumpulan atau konsentrasi kekayaan antargolongan terkaya semakin terasa.
Bank Dunia mempelajari pengurangan ketimpangan signifikan yang terjadi di sejumlah negara, termasuk Brasil, Kamboja, Mali, Peru, dan Tanzania dalam beberapa tahun terakhir. Ada enam strategi yang dapat menekan ketimpangan pendapatan penduduk dunia. (Databoks: Rokok Penyumbang Kemiskinan di Indonesia)
Pertama, pengembangan anak usia dini dan gizi. Kedua, perlindungan kesehatan untuk semua masyarakat. Ketiga, pemberian akses pendidikan bermutu. Keempat, penyediaan bantuan tunai kepada keluarga miskin. Kelima, pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama jalan dan penyediaan listrik. Keenam, penerapan sistem perpajakan yang progresif.
Kim menjelaskan, negara yang mengadopsi kebijakan-kebijakan serupa belum tentu akan mendapatkan hasil yang sama. "Namun, kebijakan yang telah kami identiikasi, berhasil berulang kali dalam lingkungan berbeda di seluruh dunia," ujarnya.

Sumber : katadata.co.id



Minggu, 02 Oktober 2016

7 Negara dengan Tarif Pajak Tertinggi di Dunia

Laporan Global Competitiveness Report yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) melansir data mengenai tingkat kompetitif dan perkembangan ekonomi suatu negara. WEF menganalisis berbagai data acuan seperti tingkat inflasi, stabilitas politik hingga tingkat korupsi dalam suatu negara.
Salah satu indikator yang dijadikan penilaian adalah beban pajak yang harus dikeluarkan oleh warga negara. Beberapa negara Amerika Selatan masuk ke dalam peringkat sepuluh besar.
Dilansir dari laman Business Insider, Jumat (30/9/2016), berikut ulasan tujuh negara dengan tarif pajak tertinggi di dunia:

7. Brasil
Presentase pajak: 69,2 persen
Laporan WEF memperlihatkan bahwa negara ini kehilangan kemampuan kompetisinya dengan cepat. Hal tersebut disebabkan oleh guncangan perdagangan dan kekacauan politik yang terjadi di negara tersebut.
6. Kolombia
Presentase pajak: 69,7 persen
Negara Amerika Latin lain yang mampu masuk dalam peringkat sepuluh besar adalah Kolombia. Walau sudah menurunkan tarif pajaknya ke angka 69,7 persen, Kolombia masih menjadi salah satu negara dengan tarif pajak paling tinggi.
5. Mauritania
Presentase pajak: 71,3 persen
Di tahun 2013, pemerintah Mauritania memberlakukan pemotongan pajak penghasilan sebesar 15 persen untuk mencegah banyaknya penduduk yang akhirnya beralih identitas menjadi non-penduduk.
Aljazair
4. Aljazair
Presentase pajak: 72,7 persen
Aljazair merupakan negara yang memiliki tarif pajak paling tinggi di Benua Afrika.
3. Tajikistan
Presentase pajak: 81,8 persen
Negara satu ini meningkatkan tarif pajak negaranya dari 80,9 persen ke 81,8 persen tahun ini.
2. Bolivia
Presentase pajak: 83,7 persen
Tarif pajak yang besar ini memotong keuntungan perusahaan sebesar 60 persen, bahkan sebelum besaran pajak lainnya diperhitungkan.
1. Argentina
Presentase pajak: 137,4 persen
Total tarif pajak yang dipatok oleh pemerintah Argentina lebih dari 100 persen dari keuntungan perusahaan. Sehingga pajak omzet yang diberlakukan mencapai 90 persen, belum lagi pajak penghasilan dan transaksi keuangan yang termasuk di dalamnya.


Sumber : liputan6.com